SEDERET INFO-INFO

MEMBERIKAN INFORMASI TERUNIK, TERPERCAYA, TERDEPAN (2019 ANTI HOAX)

17 Januari 2014

Cuaca Extream, Yang Memicu Air Terjun Niagara Sampai Membeku

Suhu dingin yang melanda Amerika Serikat (AS) menyebabkan Air Terjun Niagara di Ontario membeku sejak beberapa hari lalu. Sebanyak 240 juta orang di AS dan Kanada selatan terkena dampak “polar cortex” yangmengirimudaradingin dan membuat air menjadi es. 

Temperatur udara di Niagara yang membekukan air terjun mencapai -16 Celsius. Ketika angin dingin berembus kencang, temperatur di Air Terjun Niagara dapat mencapai -28 Celsius pada Selasa (7/1) dan Rabu (8/1). Pembekuan Air Terjun Niagara akibat cuaca buruk yang bisa disebut dengan “ice jam” atau es macet. Meski begitu, kondisi Air Terjun Niagara yang membeku itu tak menyurutkan para wisatawan datang ke sana. Kawasan wisata itu tetap masih dipadati pengunjung yang ingin mengabadikan momen langka tersebut. Pembekuan Air Terjun Amerika, julukan bagi Niagara, itu pernah terjadi pada 1936 dan 1950-an. 

Sejarah juga mencatat fenomena unik itu juga pernah terjadi pada 1848. Jadi dibutuhkan waktu beberapa dekade untuk melihat air terjun yang membeku. Sementara itu, badai salju di hampir sebagian AS kemarin mulai mereda. Badan Cuaca Nasional AS (NAS) melaporkan cuaca kembali menghangat di AS bagian timur. Kondisi akan kembali normal dalam beberapa hari mendatang setelah lebih dari 50 kota di AS mencatat rekor cuaca terendah dalam beberapa dekade pada Selasa (7/1). 

Guy Walton, pakar cuaca dari The Weather Channel, mengungkapkan bencana Arktik di AS telah berakhir. “Cuaca akan cenderung menghangat mulai Rabu (8/1),” katanya, dikutip BBC. Dia mengungkapkan mulai kemarin cuaca kembali normal. Hal senada diungkapkan Juru Bicara Maskapai Penerbangan JetBlue, Anders Lindstrom. “Operasional maskapai kembali normal mendekati 100%,” ujar dia dikutip Hindu Times. Meskipun banyak dilaporkan temperatur di wilayah AS timur dan barat masih membeku, temperaturnya cenderung naik. 

Seperti di suhu New York dan sekitarnya menghangat menjadi -5 Celsius dan membaik dibandingkan sebelumnya mencapai -15 Celsius. Suhu di New York tersebut melampaui rekor terdingin pada 1896 yang mencapai -14 Celsius. Di Atlanta, Georgia, suhu mencapai 5 Celsius dan sehari sebelumnya mencapai -14 Celsius. Kemudian di Charlotte, North Carolina, suhu mencapai -14 Celsius dan memecahkan rekor pada 1884 yakni -12 Celsius. 

BBC melaporkan sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal sejak Minggu (5/1) lalu akibat cuaca ekstrem tersebut dan lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan. Situs pemantau penerbangan udara, FlightAware, mengungkapkan 19.300 penerbangan dibatalkan sejak 1 Januari lalu. Pasokan gas alam mencapai titik tertinggi dalam sejarah AS karena banyak penggunaan penghangat ruangan. Badai salju mengakibatkan Montana sebagai wilayah yang terdingin di AS mencapai -52 Celsius pada Senin dan Selasa lalu. 

Kemudian wilayah di Illinois, Indiana, Iowa, Maryland, Michigan, Minnesota, Nebraska, North Dakota, Ohio, Pennsylvania, South Dakota, Virginia, West Virginia, dan Wisconsin mencapai -40 Celsius hingga -50 Celsius. Temperatur tersebut lebih dingin dibandingkan dengan suhu di PlanetMerah, Mars, yangtercatat -25 hingga -31 Celsius. Brimson juga tak kalah dingin. Di sana merkuri pada pengukur suhu melorot turun ke minus 40 Celsius, lebih rendah daripada Arctic Bay, Kanada, yang suhunya minus 35 Celcius. 

Udara dingin Amerika Serikat bahkan mengalahkan dinginnya cuaca di Almaty, Kazakhstan, yang minus 22 Celcius, Mongolia pada minus 23 Celcius dan Irkutsk di Siberia yang suhunya minus 33 Celcius. Di ladang-ladang minyak dari Texas sampai North Dakota dan Kanada, udara dingin mencekam menghambat lalu lintas dan operasi pengeboran. Cuaca dingin juga mengganggu pengapalan biji-bijian dan ternak di seluruh kawasan sabuk pertanian, menghambat produksi daging di beberapa pabrik pengemasan, dan berpotensi merusak tanaman gandum
Suhu dingin yang melanda Amerika Serikat (AS) menyebabkan Air Terjun Niagara di Ontario membeku sejak beberapa hari lalu. Sebanyak 240 juta orang di AS dan Kanada selatan terkena dampak “polar cortex” yangmengirimudaradingin dan membuat air menjadi es. 

Temperatur udara di Niagara yang membekukan air terjun mencapai -16 Celsius. Ketika angin dingin berembus kencang, temperatur di Air Terjun Niagara dapat mencapai -28 Celsius pada Selasa (7/1) dan Rabu (8/1). Pembekuan Air Terjun Niagara akibat cuaca buruk yang bisa disebut dengan “ice jam” atau es macet. Meski begitu, kondisi Air Terjun Niagara yang membeku itu tak menyurutkan para wisatawan datang ke sana. Kawasan wisata itu tetap masih dipadati pengunjung yang ingin mengabadikan momen langka tersebut. Pembekuan Air Terjun Amerika, julukan bagi Niagara, itu pernah terjadi pada 1936 dan 1950-an. 

Sejarah juga mencatat fenomena unik itu juga pernah terjadi pada 1848. Jadi dibutuhkan waktu beberapa dekade untuk melihat air terjun yang membeku. Sementara itu, badai salju di hampir sebagian AS kemarin mulai mereda. Badan Cuaca Nasional AS (NAS) melaporkan cuaca kembali menghangat di AS bagian timur. Kondisi akan kembali normal dalam beberapa hari mendatang setelah lebih dari 50 kota di AS mencatat rekor cuaca terendah dalam beberapa dekade pada Selasa (7/1). 

Guy Walton, pakar cuaca dari The Weather Channel, mengungkapkan bencana Arktik di AS telah berakhir. “Cuaca akan cenderung menghangat mulai Rabu (8/1),” katanya, dikutip BBC. Dia mengungkapkan mulai kemarin cuaca kembali normal. Hal senada diungkapkan Juru Bicara Maskapai Penerbangan JetBlue, Anders Lindstrom. “Operasional maskapai kembali normal mendekati 100%,” ujar dia dikutip Hindu Times. Meskipun banyak dilaporkan temperatur di wilayah AS timur dan barat masih membeku, temperaturnya cenderung naik. 

Seperti di suhu New York dan sekitarnya menghangat menjadi -5 Celsius dan membaik dibandingkan sebelumnya mencapai -15 Celsius. Suhu di New York tersebut melampaui rekor terdingin pada 1896 yang mencapai -14 Celsius. Di Atlanta, Georgia, suhu mencapai 5 Celsius dan sehari sebelumnya mencapai -14 Celsius. Kemudian di Charlotte, North Carolina, suhu mencapai -14 Celsius dan memecahkan rekor pada 1884 yakni -12 Celsius. 

BBC melaporkan sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal sejak Minggu (5/1) lalu akibat cuaca ekstrem tersebut dan lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan. Situs pemantau penerbangan udara, FlightAware, mengungkapkan 19.300 penerbangan dibatalkan sejak 1 Januari lalu. Pasokan gas alam mencapai titik tertinggi dalam sejarah AS karena banyak penggunaan penghangat ruangan. Badai salju mengakibatkan Montana sebagai wilayah yang terdingin di AS mencapai -52 Celsius pada Senin dan Selasa lalu. 

Kemudian wilayah di Illinois, Indiana, Iowa, Maryland, Michigan, Minnesota, Nebraska, North Dakota, Ohio, Pennsylvania, South Dakota, Virginia, West Virginia, dan Wisconsin mencapai -40 Celsius hingga -50 Celsius. Temperatur tersebut lebih dingin dibandingkan dengan suhu di PlanetMerah, Mars, yangtercatat -25 hingga -31 Celsius. Brimson juga tak kalah dingin. Di sana merkuri pada pengukur suhu melorot turun ke minus 40 Celsius, lebih rendah daripada Arctic Bay, Kanada, yang suhunya minus 35 Celcius. 

Udara dingin Amerika Serikat bahkan mengalahkan dinginnya cuaca di Almaty, Kazakhstan, yang minus 22 Celcius, Mongolia pada minus 23 Celcius dan Irkutsk di Siberia yang suhunya minus 33 Celcius. Di ladang-ladang minyak dari Texas sampai North Dakota dan Kanada, udara dingin mencekam menghambat lalu lintas dan operasi pengeboran. Cuaca dingin juga mengganggu pengapalan biji-bijian dan ternak di seluruh kawasan sabuk pertanian, menghambat produksi daging di beberapa pabrik pengemasan, dan berpotensi merusak tanaman gandum

Jangan Berbicara yang tidak mengandung inti artikel..
- Berbicaralah yang baik
- Apalagi kalau anda hanya mencari BACKLINK

www.lihatin.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top